lelaki itu duduk sendiri
berlindung langit basah
senja menutup
hatinya gelisah
mata letih tak jenak
dia tengah bergelut sesak
selalu hadir
senyum tikam kegalauan
disadari tak semua teraih
dua hati yang ingin dimiliki
meski semua adalah rindu
dan tak sanggup untuk dibenamkan
rasa cinta itu begitu dalam
rasa satu itu begitu membatu
sesak dada
harus kah mimpi terjadi
haruskah selalu terbagi
langkah terayun kemana
lelaki itu tak mampu berfikir
dua hati
dua senyum
bersama melintas waktu
sisa jejak yang tertulis
tak akan terbuang
bahwa disana pernah ada kasih
bahwa indahnya hari sempat terisi
disini hati lelaki itu kini
disana hati lelaki itu kini
diyakini tak bisa selamanya
dia mesti memilih
dia harus memilah
atau dia mesti berlari menembus kelam
hanya bawa luka dan kekalahan
cepu, 24 desember 2008
Wednesday, December 24, 2008
sang lelaki
Wednesday, October 29, 2008
bumi kalimantan
jauh disudut kota kecil,
kering dan berdebu,
didalam kebesaran tanah jawa,
kau,
lebur berkait didalam,
bagian kisah keberhasilan,
tegak menyisir kisaran waktu,
di bentang jarak tak angka,
gapai selaksa ilmu,
tak letih,
tak lelah,
berpuluh buku,
kuasai geloramu ,
semangatmu adalah api,
kau adalah masa depan,
bumi kalimantan,
setitik saja kami membagikan,
setetes saja kami memberikan,
namun keyakinan yang nyala,
adalah gambar,
bagai panah lesat meluncur,
gali dan kaji dalam kedalaman,
langkah telah jadi penentu,
matamu tajam terisi,
tanganmu gemeretak
tergenggam mercu suar,
untuk segera berdiri,
kakimu,
hatimu,
runduk berbakti,
kepada satu kejayaan,
menebar cahaya dibelantaramu,
gemuruh,
diantara tarian lautan,
bumi kalimantan,
aku yakin engkau akan berkibar,
aku yakin engkau semakin bermakna,
aku yakin engkau tak tersia,
aku yakin engkau akan memberi warna,
sahabatku,
adik adik pemberani,
dikisi kisi jalan,
dibelahan bumi seberang,
layar akan menempuh badai ,
ombak akan semakin terasa ,
asahlah diri,
tajamkan nurani,
sebab,
tantangan akan berpelangi,
dan lihatlah,
dan dengarlah,
keberadaanmu
pasti diakui.
cepu, 29 oktober 2008
for mstt total indonesie
Wednesday, October 22, 2008
sosok manusia
sering kita baca
sering kita lihat
sering kita dengar
bahkan sering kita hadapi
sosok sosok manusia
semburkan wawasan tak berisi
terlihat lucu dibalik baju kebesaran
kosong jauh dari amanat tersandang
kita kadang malu
sebab terlanjur dianggap figur
walau kita tahu dari mana dia muncul
dan kita hanya bisa elus dada
semua serba instan
semua ada karena lingkaran
meskipun kadar nalar jauh dari kelayakan
dia belum waktunya
dan dia memang tak perlu diberi waktu
kuasa bukan untuk main main
sebab tangannya adalah pertaruhan
mundur kebelakang
atau lepas melesat kedepan
kita hanya bisa melihat hasil
kita hanya menyesali hasil
sosok sosok manusia
penuh misteri dibalik figur semu
kita tak punya cemeti untuk mencambuk
saat seharusnya dia memberi terbaik
mereka telah terlupa
kuasa memang nyaman ternikmati
cepu, 22 oktober 2008
aku ingin
aku ingin pinjam tanganmu
lentik mengusap pipi
buang mendung
bawa rona
tanamkan lagi
kering hati terjatuh padam
aku ingin pinjam hatimu
sejuk dinginkan dahaga
rindang tandus penuh belukar
sirami dengan embun
agar kembali berjejer teduh
aku ingin pinjam tanganmu
aku ingin pinjam hatimu
aku ingin membawa selamanya
cepu, 22 oktober 2008
Tuesday, October 21, 2008
dia
terlelap dan terkapar
diatas sepotong papan
berteman matahari
menerobos dinding kertas
tak berpintu dan berkaca
dia tak bermimpi
dan dia tak pernah berharap mimpi
sebab baginya mimpi adalah luka
dan tak patut dibayangkan
mimpi
jejeran parodi ketakutan
menikam beban tak berdasar
dan gamang rebah tertidur
siang malam
sebab mimpi niscaya terwujudkan
sebab mimpi hanya jauh diangan angan
seandainyapun dia harus bermimpi
dia hanya ingin bisa bertahan
digelap hidup
disisa perjalanan
cepu, 21 oktober 2008
Tuesday, September 23, 2008
ketika kau lewat
membuncah rasa
melantunkan segenap untai keragaman resah
saat lenggang langkahmu mengganti hari
kau memintas
melewati cakrawala
mengaduk sejuta rindu yang membatu
sementara dirimu membisu
tanpa terasa menghancurkanku
ketika kau lewat
membawa sesak hati mengikuti
tak tahu aku harus bagaimana
aku ingin dirimu menggandengku
seperti hari dahulu
ketika kau lewat
gurat kenangan mengintari tatap ini
mesti bagaimana sikapku
atau harus kucoba untuk kesekian kali
agar hatimu kembali
bersama melewati
segenap rencana yang sempat kau runtuhkan
cepu, 23 september 2008
Tuesday, July 29, 2008
tentang keinginan
bermula dari bincang segala bicara
merakit cerita
tentang kegundahan
menghadirkan kepenatan
perjalanan hidup
terantuk bebatuan karang
ternyata memagar asa
berulang gamit rindu lepas terucapkan
tawarkan nyanyi nyanyi
tentang kedamaian
ketidakhadiran kadang jadi benalu
ternyatalah kita sama sama merasa
ada yang hilang
ternyata memagar rasa
keinginan kita bukanlah ombak lautan
membongkar serentak kekurangan
kita menyadari
tak semudah mengganti angan
keinginan kita hanyalah nyanyi kumbang
berirama sedikit hentakan
kita membaca
tembok tebal membatas angan
cepu, 29 juli 2008
Monday, July 28, 2008
nyanyian gelap
menembus hujan
sebait doa harapan
diatas bibir luka
jalan membasah
aspal jalan telah bosan
ayunan kaki
kemanakah dapat istirahat
untuk sekedar kurangi letih
bayang emak menangis
dikampung tandus tiada yang bisa ditunggu
hanya mempunyai rangkaian doa
hanya berteman genggam kepatuhan
yang selalu terucap
dan selalu ditengadahkan
selalu emak berharap aku tahu diri
dan mestinya aku menyadari
tak ada yang bisa kusorongkan
selain berselendang keangkuhan
emak tak mampu meredam
hasrat tekad ubah nuansa
aku telah bosan
sementara emak terbiasa menerima
sebab kami akrab keterbatasan
sebab kami terkurung ketidakberdayaan
emak dan aku
adalah keterpurukan
badai
menggantung diatas kepala
pekatnya segelap urat darah
masihkah kuat pijak ini melangkah
gelap telah melumatku
dibatas taman kota
emak
maafkan anakmu
cepu, 28 juli 2008
Sunday, July 27, 2008
jangan kau ciderai
menembus kesenyapan malam
menggandeng keceriaan malam
hatiku tengah bergelora
setimbun tembang silih berganti
angin berhenti dan menuang tanya
telah kukatakan rasa cinta
buatmu si gadis manis
menulis rangkaian kata
dibuku harian yang ikut tertawa
begitu tuntas perasaan ini terlabuhkan
kegelisahan yang sekian waktu memahat lidah
lepas sudah laksana kapas
menggurat suasana bumi
jangan lepaskan kecerahan
tak ingin kau ciderai
hanya engkau berulang usik senyapku
tak ingin hancur
dan terjatuh ditebing dalam
aku berharap dapat memiliki hatimu
sepanjang rindu
cepu, 27 juli 2008
Saturday, July 26, 2008
nyanyian munafik
menepuk dada
terpampang sombong
tak ada lain kekuatan
berselempang besi
membunuh daya nalar
baginya
dia adalah segala
tertulis tebal
deretan gelar meliuk seperti ular
terengah engah untuk dibaca
tampilkan tepuk suara
baginya
khalayak perlu tahu bahwa dia pintar
akan tetapi
akan tetapi
isi hati siapa yang mengerti
dibuka buka buku nurani
jelas apa sebenarnya terjadi
kedalaman tak gampang dinilai
bertudung senyum sembunyikan rakus
dibuka buka buku nurani
jelas apa sebenarnya terjadi
maka kita tinggal tunggu berita
maka kita tunggu sandiwara
maka tunggu
maka
semua sudah menduga
jelas apa sebenarnya terjadi
cepu, 26 juli 2008
Wednesday, July 2, 2008
piala eropa
meliuk liuk
seperti penari
melompat lompat
seperti merpati
berteriak lantang
seperti penyanyi sopran
menangis sedih
seperti telenovela
sajianmu itu
menyejukkan
dinginkan ruas kaki yang letih seharian
kemahiranmu
adalah kekuatan
dan seluruhnya layak ditonton
kehidupan disembarang negeri
penuh duga dan keyakinan
dia pasti menang
jelas dia kalah
polemik sang penggemar
kalahkan para komentator sesungguhnya
ada yang didapat
untuk kita yang hanya bisa melihat
sajian bukanlah instan
profesional adalah harga mati
untuk bisa mendapat tepuk tangan
agar mengisi berita koran
memang butuh waktu
dan mereka menggunakan waktu
sementara disini
begitu banyak kehilangan waktu
aku tak mengerti
mereka tak juga mau mengerti
apa yang seharusnya disajikan
buat para penggemar
ternyata hanya sekedar slogan
cepu, 2 juni 2008
Thursday, June 26, 2008
aku ingin kau
aku ingin kau rindu
seperti apa yang kurasakan
datanglah membuang sepi malamku
berharap kehadiran
dan berkata
bahwa rasa rindumu juga ada
aku takut menemuimu
sesaat setelah ungkap cinta kukatakan
aku tak bisa mengerti
kegelisahan begitu menyesakkan
aku tak berani melangkah
mungkinkah sekarang engkau marah
pada sikap keberanian
dan telah kulontarkan
aku berharap engkau juga rindu
dan datang memeluk resahku
pada mimpi
menggantung keinginan
jangan hanya menatap angin
bila ronamu datang menyentuh resahku
cepu, 26 juni 2008
Tuesday, June 17, 2008
seandainya
Seandainya rasa kangen ini terlabuhkan dengan mudahnya
Seandainya keinginan bersatu segera menjadi nyata
Seandainya kata hati ini segera terselimuti
Seandainya mimpi ini bukan hanya sekedar bayang belaka
Seandainya kegelapan malam ini kita lewati bersama
Seandainya rintik hujan kita nikmati dengan nafas kelegaan
Seandainya dapat kubisikkan rasa setiaku siang malam
Seandainya lintasan waktu ternikmati dalam satu
Seandainya genggam tangan kita erat tak terlepas
Seandainya jarak yang tak terbatas ini semakin merapat
Seandainya keinginan ini tidak bertepuk sebelah hati
Seandainya hatimu memang terpatri hanya buatku
Seandainya kata indahku bisa iringi lelap tidurmu
Seandainya pelukan hangatku dapat meneduhkan kepenatanmu
Seandainya hangat kerinduan kusembahkan setiap waktu
Seandainya rindu sayangku bisa isi hari harimu
Seandainya lagu kesukaan itu bisa kita nyanyikan bersama
Seandainya sejuta puisi cinta bisa kita cipta berdua
Seandainya embun pagi tergapai dalam seiring
Seandainya mata hati ini gelayut tak bercabang
Seandainya aku tak pernah lagi duduk dibangku sendiri
Seandainya malam sepi ini tak kurasakan sendiri
Seandainya gemulai bintang rembulan tak menatapku sendiri
Seandainya angin malam tak mengusik rasa sendiri
cepu, 17 juni 2008
Monday, June 16, 2008
kuyakin pasti menangis
seandainya bertemu denganmu
tak tahu sanggupkah aku
menahan haru
kuyakini tangis akan bicara
dan sesak kurasa
mengertikah engkau
rasa rindu begitu melumatku
selalu kugambar
di penat perjalanan
aku tak ingin kehilangan wajahmu
terhitung warsa telah terpisah
dibentang jarak yang nyata
kadang aku harus menerima kenyataan
tetapi tak mampu aku pungkiri
aku tak mampu kau tinggalkan
aku terlanjur jatuh cinta
selintas kadang bayangmu hadir
menyergap sendiriku
isi pekat malam
sentuh potret senyumanmu
membawa cerita hari kemarin
cepu, 16 Juni 2008
Saturday, June 14, 2008
kelok batas jalan
kembali ditempat yang sama
ternyata tidaklah sama
tak ada engkau disisi
seperti hari dahulu
tarian air telaga masih berirama
dimana kita pernah duduk merangkai kata
sekarang aku sendiri
dan hanya mampu memeluk bayangmu
dibangku bebatuan
taman mimpi
kembali ditempat yang sama
sesak dada menikam nikam
engkau telah jauh dan berlalu
membawa hatiku
terkapar diseluruh perjalanan
selintas aku menyergap hatimu
kugendong mengusap kerinduan
kudekatkan dengan rasa cinta yang masih ada
walau sesungguhnya semua hanya luka
aku disini sendiri
menatap gunung lawu disebelah
kabutnya yang tipis merenda senja
aku ingin memelukmu
selamanya
seandainya
sarangan, 14 juni 2008
Saturday, June 7, 2008
mungkinkah mampu bicara
maafkan aku bila nanti
berlaku tak seperti biasa
telah kupersiapkan segala keberanian
untuk mengatakan rasa yang selama ini aku pendam
ingin kata hati ini
mampu berbicara sejujurnya
meski kusadari terlampau berat
keraguan membelenggu setiap hasratku
dan kematanganku
ingin kuubah serentak mimpiku
dan kuajak dirimu serta
sebab hanya kau seorang
membawa segala yang ada begitu sempurna
maafkan aku bila nanti
kukatakan rasa cinta kepadamu
bila semua bisa mengalir dan berbicara
aku tak mampu membayangkan
jangan kau tertawa
aku tak ingin kau anggap sekedar teman
aku tak ingin sekedar berbincang
rasa rasanya begitu lain
aku memandangmu
aku memendam rasaku
aku tak ingin kau anggap sekedar angin lalu
aku tak ingin sekedar penghibur resahmu
rasa rasanya begitu lain
aku menyayangmu
aku merindukan kamu
maafkan aku bila nanti
hanya terdiam tak mampu berbicara
sebab aku mungkin telah kehilangan keberanian
dan tak kuasa mengatakan yang sebenarnya
cepu, 7 juni 2008
Thursday, June 5, 2008
tak semudah kata
aku harus bagaimana
mengupas benang kusut yang ada
terdiam tak lagi mampu berbicara
sementara semua telah terjadi
mungkin aku seperti menjauh
sembunyi dari beban yang kau bawa
aku berharap kau mengerti
aku juga telah melangkah
mengapa api murka membara gampang tersulut
begitu cepat tudingan kata salah terucap
bertindak dengan naluri sendiri
tak peduli
tak peduli
tak mau mendengar walau satu kata
aku harus bagaimana
ternyata tak seperti genggam rencana
semua menutup telinga dari kata
sedikitpun tak memberi ruang
untuk bisa menempatkan
keinginan mulia
menyatukan hati
dan perasaan ditengah api
entah kapan padam
cepu, 5 juni 2008
Tuesday, June 3, 2008
tak juga mengerti
menulis satu kata ternyata susah
ketika hati begitu gelisah
dari terbiasa mengalir
sekarang beku
tak mampu mengungkap keinginan
kata kata tajammu
bagai cemeti membakar asa
meretakkan bingkai
setia kujaga
seharusnya jarak yang ada
bukanlah awal problema
musim yang dingin
penuh embun di sisi jendela
tulisan dinding kamar
belum hilang
kita diajarkan berdiri sendiri
sebelum singgah dimakna tulus sebuah perkawinan
mengirisku
di sepi malam
tak terdengar lagi suara
kita kehilangan suara
dering telpon telah tidur
tak juga ingin kusentuh
mengapa aku tak juga mengerti
bahwa ini makna sebuah bahasa
cepu, 03 juni 2008
Sunday, June 1, 2008
indonesiaku
riak perjalanan sebentar usai
mulai merapat kesisi dermaga
terpaan badai diluas samudera
perlahan tersingkap
berganti elusan angin daratan
berangkat bersama
berseru arah kegemilangan
terantuk
terjatuh
terjerembab
berdiri sekuat napas tersisa
walau berdarah darah
kini lihatlah
kibar sang bendera kemenangan
melesat menembus batas bumi
teriak
terpana
mulut ternganga tak percaya
negeri yang besar
dengan nama besar
penuh kharisma tersebar
menyentuh sisi benua seberang
indonesiaku
bertimbun sejarah
kumandangkan kekalahan dan kejayaan
silih berganti cerita
bagian dari zaman
bendera semakin berkibar
membawa kekuatan anak negeri
bangkit
berdiri kaki tegak berwibawa
tak lagi tertunduk malu
tak lagi kehilangan roh
sebab
tak lagi tersisa masa lalu
tentang kegelapan
tentang kelabu
indonesiaku
biduk kapal sudah menyapa daratan
tegaskan nurani
niscaya kebesaran
segera terdekap
dalam lingkar kemakmuran
tak terhabiskan
cepu, 01 Juni 2008
Monday, May 26, 2008
anakku 2
selamat pagi
membuka hari
menyentuh ruang
dingin embun tersisa dipokok jambu
matamu belum membuka
mendekap bantal berona
akrab membawa tidur
engkau masih lelap seperti tak mendengar
selamat pagi
elusan lembut dipipimu yang menggemaskan
dan bibirmu yang tipis teramat lucu
masihkah kurang tidur malammu
dengarlah burung dan unggas telah menunggu
bermain dihalaman belakang
anakku
subuh telah mulai beranjak
segeralah bangun basuhlah wajah
mari kita bersama mengumandangkan doa
tentang keselamatan
tentang karunia
tentang anugerah
berharap selalu ternikmati
anakku
kehidupan kembali akan berawal
tajamkan pikir sentuhlah nurani
langkahkan kaki membelah cakrawala
langit dan bumi adalah bagian
dimana kalian menuangkan rasa
dimana kalian menuangkan karya
dimana kalian akan menentukan warna
agar berdiri menara
agar berdiri mercu suar
terwujud pengharapan
jembatan pijakan kedepan
esok pasti
telah terbangun prasasti keberhasilan
cepu, 26 mei 2008
blok cepu
panas kotaku
meranggas pepohonan tak berdaun
dikelok sungai bengawan solo
tak mampu mengusap peluh
deras membasah
geliat kotaku kian terasa
hiruk pikuk para pendatang
mengais secercah harapan
dibumi kota minyak
mimpi bermain tembang kegemilangan
tentang limpahan emas hitam
selamat datang
wahai tamu yang ditunggu
kapan segera merambah
agar segera berubah seperti tanah seberang
loh jinawi
cerlang gemintang
panas nian udaraku
kering membakar warna genting mulai pudar
dimanakah semilir angin
dimanakah tak ada polusi
tetumbuhan rimbun telah tercerabut
kadang sempat rindu pada hari kemarin
dimana masih ternikmati
sejuknya hari diatas bebatuan tak beraspal
masih dijumpai cicit burung emprit diatas cemara
masih terlihat terbang gerombol burung gereja
entah sekarang ada dimana
berlarian dan tersingkir
tak tahu apakah nanti seperti itu
ada yang tersingkir dan terusir
ditengah gemilangnya luapan crude oil
semoga
semoga
itu tak terjadi
dikotaku
cepu, 26 mei 2008
Sunday, May 25, 2008
anakku 1
anakku
yang jelita
yang rupawan
yang perkasa
tajamkan keinginanmu pada masa depan
berpegang doa dan rasa kasih
raihlah gemilang kehidupan
anakku
bidadariku
mahligaiku
pendekarku
kepakkan sayapmu menggapai sang matahari
jangan menunggu kucuran madu
berlarilah kalian
berbekal iman dan kejujuran
bersama dalam satu kedewasaan
tajamkan tujuan banggakan nilai diri
janganlah takut untuk saling mencubit
agar semua tak kehilangan naluri
agar tak tersingkir kesederhanaan
melompatlah kalian
menembus bintang pagi
bawa warna pelangi
siramilah warna bumi
dengan kesejukan pandangan
agar membawa arti
nyalakan pelitamu
pada lingkaran hidupmu
jangan terjatuh apalagi padam
sebab akan terbentang semak rimba
dimana butuh cahaya penerang
agar kaki tak terbentur
anakku
mutiaraku
permataku
sekarang nikmati mimpimu terlebih dahulu
sebab itu adalah ilham
sebab itu adalah gambaran
agar kalian kelak bisa bersiap
cepu, 25 mei 2008
Saturday, May 24, 2008
sudahlah
sudahlah kita segera bicara
padukan hati dan segala keinginan
mari kita benahi pertemuan ini
sebab semua sekedar meremajakan cinta
lihatlah didepan jalan kian berliku
mari segera kita bawa rencana
walau rasa rindu tak mampu sembunyi
namun mari jadikan kekuatan hati
sudahlah kita segera melangkah
membangun sebuah peristirahatan
dimana kita bisa menuangkan segala rasa
tanpa beban seperti selama ini
kita sadari begitu terjal kenyataan
dan kita hanya mampu berpegang
semoga hati tak berubah arah
sementara angin mulai datang hendak menenggelamkan
mari kita selalu ingat
jika telah terpegang pokok kebersamaan
niscaya mampu membuka jalan
niscaya mampu meniti
jalan berliku
jika tetap bersandar pada ikrar terucap
niscaya terwujud keinginan
niscaya tak sekedar mimpi
seperti angin
sudahlah mari kita segera berani
membawa segalanya apa adanya
namun jangan tertinggal rasa cinta
sebab itu adalah gelora
tanggalkan ketidakpastian yang kita bawa
bahkan terus mengalir
terikat tak tahu mesti harus bertanya
sementara kita telah kehabisan jawaban
sudahlah jangan kita surut
sebab kebersamaan ini merupakan garis
aku yakin semua akan saling menyadari
tak seharusnya kita harus berpaling
kalaulah jalan sudah begitu dekat
coba kita buka kejujuran diri
semestinya kita mengerti yang harus dilakukan
sebab kita memang sepatutnya bersatu
cepu, 24 mei 2008
aku rindu wajah ini
aku rindu wajah ini
pernah membelenggu dengan rasa kasih
mengajak menembus lereng perjalanan
dimana kiri kanan untaian keindahan
aku kangen wajah ini
membawa rona keceriaan yang tak pernah putus
menghimpit kepenatan mimpi
mengucurkan tawa disegenap hari
didepan kini sepi
kelam telah turun sudah
segala hanyalah gambar lunglai
aku kehilangan matahari
berulang jemari rangkai tulisan luka
bahan cerita hari kemarin
asa cinta telah terbang ke ujung
sementara aku tertinggal
aku ingat wajah ini
mencederai harapan pada suatu kesempatan
tinggalkan sisa pijak kaki yang memanggil
membawa perasaaan telah terbawa kemana
aku mimpi wajah ini
menyentuh nadi ikatan kebersamaan
memainkan lingkaran waktu tak terhabiskan
tak terbayangkan
bahwa semua telah selesai
cepu, 24 mei 2008
Thursday, May 15, 2008
ketegasanmu itu
ketegasanmu itu
tak bisa ditunda dan diabaikan
semua seperti paku
tertancap di urat nadi menembus pokok jantung
ketegasanmu itu
adalah gelegar ketika semua dalam diam
alirkan darah menembus dahaga
semua tersentak
menggapai meski tak pernah teraih
ketegasanmu itu
adalah putik kembang
membawa nurani dalam kebenaran
apa adanya semua tercurah
tak munafik dan bertopeng tawa
ketegasanmu itu
adalah akhirat gendong dunia
suaramu menampar sekeliling
dimana wajah wajah
begitu nyaman bermain
ketidakjujuran
cepu, 15 mei 2008
Friday, April 18, 2008
kau
ada gelisah dalam ruangku
lewat desau angin timur
sepotong rindu ingin tertuang
telah terbentangkan
padang penuh kasih sayang
agar segera kita susuri
bersama meniti
melewati hari bersama
ada kelabu dalam ronggaku
lewat bingkai gambar senyummu
sebait luka tajam menikam
cepu, 18 April 2003
Wednesday, April 2, 2008
out bond
bermain tali
tarik kanan kiri
atur dalam seimbang
seirama dengan langkah
menuju kesatu arah
untuk kembali berbalik
mengejar waktu
agar tak tertinggal
maka tak menyerah
bermain bola
diapit dada
tangan mengepal
melangkah berenam
satu langkah ternyata susah
bagaimana
bagaimana
tak sempat saling berfikir
sebab satu regu telah jauh memimpin
bermain bintang
melesat berpindah arah
kita laksana burung
harus segera berdiam
pada ruang mereka
saling terbentur
saling menghitung
maka satu lagu harus dinyanyikan
sebab kita ternyata kalah
kebersamaan
dalam satu ikatan
menerjemahkan bahasa
segala akan begitu mudah
penuh beraneka keinginan
tapi tetap dalam tangan nahkoda
berpegang satu kunci
kesetiakawanan
mengerti segala kelebihan
bersikap membagi diri
berlaku laksana air
berjalan menempati lembah
sebab kemampuan tak mesti sama
kita tak berhak melihat
hanya pada satu sisi
kali urang, 2 april 2008
Friday, January 11, 2008
kembara kehidupan
aku sempat jauh berpaling
dan menganggapMu hanyalah kata belaka
bersahabat dengan belukar malam
begitu nikmat terlewati
setiap waktu
aku sempat jauh berpeluh
dan menikmati masa
melebur cemerlang fatamorgana
berbaur nyanyian lepas
setiap waktu
senja temaram gelegak badai
menenggelamkan sisi layar
tercabik sayat langkah
mata meratap tertutup sudah bibir
kemanakah aku harus berbicara
Tuhan
ulurkan lembut usapMu
jangan biarkan aku terbenam
ampuni hati yang lupa
dan berikan lewat anginMu
biarpun hanya sekepal papan
biarkan aku kembali melayari bumiMu
Tuhan
mestinya aku tak patut tengadah
apalagi menyebut namaMu
tak seharusnya tangan terangkat
kerutnya yang pernah lupa
tak selayaknya menghiba meminta
ampuni aku
cepu, september ramadhan 2008
