Monday, July 28, 2008

nyanyian gelap

menembus hujan
sebait doa harapan
diatas bibir luka

jalan membasah
aspal jalan telah bosan
ayunan kaki
kemanakah dapat istirahat
untuk sekedar kurangi letih

bayang emak menangis
dikampung tandus tiada yang bisa ditunggu
hanya mempunyai rangkaian doa
hanya berteman genggam kepatuhan
yang selalu terucap
dan selalu ditengadahkan

selalu emak berharap aku tahu diri
dan mestinya aku menyadari
tak ada yang bisa kusorongkan
selain berselendang keangkuhan

emak tak mampu meredam
hasrat tekad ubah nuansa
aku telah bosan
sementara emak terbiasa menerima

sebab kami akrab keterbatasan
sebab kami terkurung ketidakberdayaan
emak dan aku
adalah keterpurukan


badai
menggantung diatas kepala
pekatnya segelap urat darah
masihkah kuat pijak ini melangkah
gelap telah melumatku
dibatas taman kota
emak
maafkan anakmu

cepu, 28 juli 2008

No comments: