Wednesday, July 2, 2008

piala eropa

meliuk liuk
seperti penari
melompat lompat
seperti merpati



berteriak lantang
seperti penyanyi sopran
menangis sedih
seperti telenovela

sajianmu itu
menyejukkan
dinginkan ruas kaki yang letih seharian

kemahiranmu
adalah kekuatan
dan seluruhnya layak ditonton


kehidupan disembarang negeri
penuh duga dan keyakinan
dia pasti menang
jelas dia kalah
polemik sang penggemar
kalahkan para komentator sesungguhnya


ada yang didapat
untuk kita yang hanya bisa melihat
sajian bukanlah instan
profesional adalah harga mati
untuk bisa mendapat tepuk tangan
agar mengisi berita koran

memang butuh waktu
dan mereka menggunakan waktu
sementara disini
begitu banyak kehilangan waktu
aku tak mengerti
mereka tak juga mau mengerti
apa yang seharusnya disajikan
buat para penggemar
ternyata hanya sekedar slogan

cepu, 2 juni 2008

No comments: