kau tak berhenti menyakiti
jauh membawa kalbu berjarak
membuat aku semakin pintar membandingkan
tak perlu kaki melangkah
dirimu telah rebah
hanya kala indah dulu
kau benamkan sebaris harapan
lupakan keinginan bersama
kau kembali mendekap belukar kesemuan
pedulikan ketegasan hati
lebur sapa figur kesombongan
dan
kini kembali dapat
kau
adalah jelaga malam dimana resahku tak diam
menutup sisi dinding gemerlap
membunuh putik
harum rembulan
dianggap nyanyian
kau
adalah udara menggantung ujung jantung
luruh menembus pori kematian
nyaman mengulur ditikung waktu
menunggu lengah
kau menikam
cepu, 20 agustus 2010
Friday, August 20, 2010
dirimu
Subscribe to:
Comments (Atom)
