selamat pagi
membuka hari
menyentuh ruang
dingin embun tersisa dipokok jambu
matamu belum membuka
mendekap bantal berona
akrab membawa tidur
engkau masih lelap seperti tak mendengar
selamat pagi
elusan lembut dipipimu yang menggemaskan
dan bibirmu yang tipis teramat lucu
masihkah kurang tidur malammu
dengarlah burung dan unggas telah menunggu
bermain dihalaman belakang
anakku
subuh telah mulai beranjak
segeralah bangun basuhlah wajah
mari kita bersama mengumandangkan doa
tentang keselamatan
tentang karunia
tentang anugerah
berharap selalu ternikmati
anakku
kehidupan kembali akan berawal
tajamkan pikir sentuhlah nurani
langkahkan kaki membelah cakrawala
langit dan bumi adalah bagian
dimana kalian menuangkan rasa
dimana kalian menuangkan karya
dimana kalian akan menentukan warna
agar berdiri menara
agar berdiri mercu suar
terwujud pengharapan
jembatan pijakan kedepan
esok pasti
telah terbangun prasasti keberhasilan
cepu, 26 mei 2008
Monday, May 26, 2008
anakku 2
blok cepu
panas kotaku
meranggas pepohonan tak berdaun
dikelok sungai bengawan solo
tak mampu mengusap peluh
deras membasah
geliat kotaku kian terasa
hiruk pikuk para pendatang
mengais secercah harapan
dibumi kota minyak
mimpi bermain tembang kegemilangan
tentang limpahan emas hitam
selamat datang
wahai tamu yang ditunggu
kapan segera merambah
agar segera berubah seperti tanah seberang
loh jinawi
cerlang gemintang
panas nian udaraku
kering membakar warna genting mulai pudar
dimanakah semilir angin
dimanakah tak ada polusi
tetumbuhan rimbun telah tercerabut
kadang sempat rindu pada hari kemarin
dimana masih ternikmati
sejuknya hari diatas bebatuan tak beraspal
masih dijumpai cicit burung emprit diatas cemara
masih terlihat terbang gerombol burung gereja
entah sekarang ada dimana
berlarian dan tersingkir
tak tahu apakah nanti seperti itu
ada yang tersingkir dan terusir
ditengah gemilangnya luapan crude oil
semoga
semoga
itu tak terjadi
dikotaku
cepu, 26 mei 2008
Sunday, May 25, 2008
anakku 1
anakku
yang jelita
yang rupawan
yang perkasa
tajamkan keinginanmu pada masa depan
berpegang doa dan rasa kasih
raihlah gemilang kehidupan
anakku
bidadariku
mahligaiku
pendekarku
kepakkan sayapmu menggapai sang matahari
jangan menunggu kucuran madu
berlarilah kalian
berbekal iman dan kejujuran
bersama dalam satu kedewasaan
tajamkan tujuan banggakan nilai diri
janganlah takut untuk saling mencubit
agar semua tak kehilangan naluri
agar tak tersingkir kesederhanaan
melompatlah kalian
menembus bintang pagi
bawa warna pelangi
siramilah warna bumi
dengan kesejukan pandangan
agar membawa arti
nyalakan pelitamu
pada lingkaran hidupmu
jangan terjatuh apalagi padam
sebab akan terbentang semak rimba
dimana butuh cahaya penerang
agar kaki tak terbentur
anakku
mutiaraku
permataku
sekarang nikmati mimpimu terlebih dahulu
sebab itu adalah ilham
sebab itu adalah gambaran
agar kalian kelak bisa bersiap
cepu, 25 mei 2008
Saturday, May 24, 2008
sudahlah
sudahlah kita segera bicara
padukan hati dan segala keinginan
mari kita benahi pertemuan ini
sebab semua sekedar meremajakan cinta
lihatlah didepan jalan kian berliku
mari segera kita bawa rencana
walau rasa rindu tak mampu sembunyi
namun mari jadikan kekuatan hati
sudahlah kita segera melangkah
membangun sebuah peristirahatan
dimana kita bisa menuangkan segala rasa
tanpa beban seperti selama ini
kita sadari begitu terjal kenyataan
dan kita hanya mampu berpegang
semoga hati tak berubah arah
sementara angin mulai datang hendak menenggelamkan
mari kita selalu ingat
jika telah terpegang pokok kebersamaan
niscaya mampu membuka jalan
niscaya mampu meniti
jalan berliku
jika tetap bersandar pada ikrar terucap
niscaya terwujud keinginan
niscaya tak sekedar mimpi
seperti angin
sudahlah mari kita segera berani
membawa segalanya apa adanya
namun jangan tertinggal rasa cinta
sebab itu adalah gelora
tanggalkan ketidakpastian yang kita bawa
bahkan terus mengalir
terikat tak tahu mesti harus bertanya
sementara kita telah kehabisan jawaban
sudahlah jangan kita surut
sebab kebersamaan ini merupakan garis
aku yakin semua akan saling menyadari
tak seharusnya kita harus berpaling
kalaulah jalan sudah begitu dekat
coba kita buka kejujuran diri
semestinya kita mengerti yang harus dilakukan
sebab kita memang sepatutnya bersatu
cepu, 24 mei 2008
aku rindu wajah ini
aku rindu wajah ini
pernah membelenggu dengan rasa kasih
mengajak menembus lereng perjalanan
dimana kiri kanan untaian keindahan
aku kangen wajah ini
membawa rona keceriaan yang tak pernah putus
menghimpit kepenatan mimpi
mengucurkan tawa disegenap hari
didepan kini sepi
kelam telah turun sudah
segala hanyalah gambar lunglai
aku kehilangan matahari
berulang jemari rangkai tulisan luka
bahan cerita hari kemarin
asa cinta telah terbang ke ujung
sementara aku tertinggal
aku ingat wajah ini
mencederai harapan pada suatu kesempatan
tinggalkan sisa pijak kaki yang memanggil
membawa perasaaan telah terbawa kemana
aku mimpi wajah ini
menyentuh nadi ikatan kebersamaan
memainkan lingkaran waktu tak terhabiskan
tak terbayangkan
bahwa semua telah selesai
cepu, 24 mei 2008
Thursday, May 15, 2008
ketegasanmu itu
ketegasanmu itu
tak bisa ditunda dan diabaikan
semua seperti paku
tertancap di urat nadi menembus pokok jantung
ketegasanmu itu
adalah gelegar ketika semua dalam diam
alirkan darah menembus dahaga
semua tersentak
menggapai meski tak pernah teraih
ketegasanmu itu
adalah putik kembang
membawa nurani dalam kebenaran
apa adanya semua tercurah
tak munafik dan bertopeng tawa
ketegasanmu itu
adalah akhirat gendong dunia
suaramu menampar sekeliling
dimana wajah wajah
begitu nyaman bermain
ketidakjujuran
cepu, 15 mei 2008
