Wednesday, February 9, 2011

selamat jalan

lelaki itu
matanya berkaca
dicoba menggulung sesak
akhirnya garis menjadi nyata
semua luluh lantak
bentangan layar tertutup
pasti
dia kehilangan hati yang dicintai
dia kehilangan hati yang dikangeni


lelaki itu
tak lagi bisa berharap
resahnya menggunung

kemarin dia masih mampu
menyentuh senyum
menyapa wajah
ikhlas
meskipun dari jauh
sekarang segalanya
akan segera selesai
benua baru
tak mungkin mampu disentuhnya
baginya tak ada bebatuan
tempat berpijak
menuju kesana
matanya berkaca


lelaki itu
memetik kabar seperti hallilintar
menerkam dan mematikan
sekuatnya mencoba tegar
coba mengurai sendiri
ternyata
waktu sudah sampai penghujung

lelaki itu
menggali yang tertulis
kenangan perjalanan tertinggal
saat masa masa termanis
berulang dia menerawang
sering dia menangis
semua seperti angin
hilang tercerabut seperti hening
kehilangan mata air

lelaki itu rindu
dan
selalu rindu
tak peduli seperti menulis atas air
jejak yang sia sia
setidaknya
dia ingin sampaikan
bahwa tetap setia
seperti pernah diungkapkan
pada sudut perjalanan waktu

lelaki itu
matanya berkaca

selamat jalan


cepu, pebruari 2011

puisi seutuhnya »»