Saturday, June 19, 2010

anakku (hari barumu)

kakimu melesat
buka kabut pagi samar
belum usai pukul tujuh
teriak lantang berontak
ingin terbebas
dari gandeng tangan
gagah pintu gerbang
taman kanak kanak desa

melepasmu sekarang
belajar pematang kehidupan
padang harus kau telusuri
sebab hari didepan
adalah bagian kau raih
kayuh tak cengeng
apalagi bermanja
mesti kau kalahkan

nalurimu sekarang
belajar hitam putih
tak semudah memilih warna
sebab titik tujuan
tak diam
berwajah pelangi
siap bekal
bawa jilat samudera
bergelora tak surut
diatas lautNya


cepu, 19 juni 2010


puisi seutuhnya »»