Friday, December 18, 2009

bu

mungkinkah masih ada ruang
sekedar bisa bicara
begitu lamban bergerak
terpaku hening lestari
hari tak ganti
penuh menunggu
tak juga mampu memastikan
gelisah tak menghindar

mungkinkah masih ada hati
sekedar menuang isi
sarat resah berenang
tersangkut letih
fajar tak ubah warna
senyap menerkam
bila kidung menggandeng
layar kapan terbuka

kau
hanya lewat
seperti badai
menghancurkan
reruntuhan senyummu
haruskah membanting asa

cepu, 18 desember 2009

puisi seutuhnya »»