Wednesday, October 29, 2008

bumi kalimantan

jauh disudut kota kecil,
kering dan berdebu,
didalam kebesaran tanah jawa,

kau,
lebur berkait didalam,
bagian kisah keberhasilan,

tegak menyisir kisaran waktu,
di bentang jarak tak angka,
gapai selaksa ilmu,
tak letih,
tak lelah,
berpuluh buku,
kuasai geloramu ,
semangatmu adalah api,
kau adalah masa depan,
bumi kalimantan,

setitik saja kami membagikan,
setetes saja kami memberikan,
namun keyakinan yang nyala,
adalah gambar,
bagai panah lesat meluncur,
gali dan kaji dalam kedalaman,
langkah telah jadi penentu,

matamu tajam terisi,
tanganmu gemeretak
tergenggam mercu suar,
untuk segera berdiri,

kakimu,
hatimu,
runduk berbakti,
kepada satu kejayaan,
menebar cahaya dibelantaramu,
gemuruh,
diantara tarian lautan,
bumi kalimantan,

aku yakin engkau akan berkibar,
aku yakin engkau semakin bermakna,
aku yakin engkau tak tersia,
aku yakin engkau akan memberi warna,


sahabatku,
adik adik pemberani,
dikisi kisi jalan,
dibelahan bumi seberang,
layar akan menempuh badai ,
ombak akan semakin terasa ,
asahlah diri,
tajamkan nurani,
sebab,
tantangan akan berpelangi,
dan lihatlah,
dan dengarlah,
keberadaanmu
pasti diakui.


cepu, 29 oktober 2008
for mstt total indonesie

puisi seutuhnya »»

Wednesday, October 22, 2008

sosok manusia

sering kita baca
sering kita lihat
sering kita dengar
bahkan sering kita hadapi

sosok sosok manusia
semburkan wawasan tak berisi
terlihat lucu dibalik baju kebesaran
kosong jauh dari amanat tersandang

kita kadang malu
sebab terlanjur dianggap figur
walau kita tahu dari mana dia muncul
dan kita hanya bisa elus dada

semua serba instan
semua ada karena lingkaran
meskipun kadar nalar jauh dari kelayakan
dia belum waktunya
dan dia memang tak perlu diberi waktu
kuasa bukan untuk main main
sebab tangannya adalah pertaruhan
mundur kebelakang
atau lepas melesat kedepan
kita hanya bisa melihat hasil
kita hanya menyesali hasil

sosok sosok manusia
penuh misteri dibalik figur semu
kita tak punya cemeti untuk mencambuk
saat seharusnya dia memberi terbaik
mereka telah terlupa
kuasa memang nyaman ternikmati

cepu, 22 oktober 2008

puisi seutuhnya »»

aku ingin

aku ingin pinjam tanganmu
lentik mengusap pipi


buang mendung
bawa rona
tanamkan lagi
kering hati terjatuh padam

aku ingin pinjam hatimu
sejuk dinginkan dahaga
rindang tandus penuh belukar
sirami dengan embun
agar kembali berjejer teduh

aku ingin pinjam tanganmu
aku ingin pinjam hatimu
aku ingin membawa selamanya


cepu, 22 oktober 2008

puisi seutuhnya »»

Tuesday, October 21, 2008

dia

terlelap dan terkapar
diatas sepotong papan
berteman matahari
menerobos dinding kertas
tak berpintu dan berkaca

dia tak bermimpi
dan dia tak pernah berharap mimpi
sebab baginya mimpi adalah luka
dan tak patut dibayangkan

mimpi
jejeran parodi ketakutan
menikam beban tak berdasar
dan gamang rebah tertidur
siang malam

sebab mimpi niscaya terwujudkan
sebab mimpi hanya jauh diangan angan
seandainyapun dia harus bermimpi
dia hanya ingin bisa bertahan
digelap hidup
disisa perjalanan

cepu, 21 oktober 2008

puisi seutuhnya »»