Thursday, October 7, 2010

tembang sore

buka catatan
menjumpaimu kala cium sore
dimana kerap tautan rindu bicara
harum gerai rambut
masih sentuh kangen
sampai kini

dekat
teramat dekat
tak bertabir jarak
kelopak matamu
adalah tempat ku senandung
simpan kehangatan
masih getar ruang kalbu

kau
semakin lelap dalam diam
bahkan melayang menuju temaram
sengaja menghilang
lupakan tulisan senja
tanggalkan segala puisi
ruang kita bercanda

kita tak sampai tangga ujung
untuk mengakhiri pendakian
entah mengapa
tak berani bergerak
seperti menggunting angin
tak berbekas

aku
tegas berpegang
melakukan kesendirian
menggambar imajinasi
dimana sempat aku berharap
kepadamu



cepu, 8 oktober 2010


puisi seutuhnya »»