lelaki itu duduk sendiri
berlindung langit basah
senja menutup
hatinya gelisah
mata letih tak jenak
dia tengah bergelut sesak
selalu hadir
senyum tikam kegalauan
disadari tak semua teraih
dua hati yang ingin dimiliki
meski semua adalah rindu
dan tak sanggup untuk dibenamkan
rasa cinta itu begitu dalam
rasa satu itu begitu membatu
sesak dada
harus kah mimpi terjadi
haruskah selalu terbagi
langkah terayun kemana
lelaki itu tak mampu berfikir
dua hati
dua senyum
bersama melintas waktu
sisa jejak yang tertulis
tak akan terbuang
bahwa disana pernah ada kasih
bahwa indahnya hari sempat terisi
disini hati lelaki itu kini
disana hati lelaki itu kini
diyakini tak bisa selamanya
dia mesti memilih
dia harus memilah
atau dia mesti berlari menembus kelam
hanya bawa luka dan kekalahan
cepu, 24 desember 2008
Wednesday, December 24, 2008
sang lelaki
Subscribe to:
Comments (Atom)
