bermula dari bincang segala bicara
merakit cerita
tentang kegundahan
menghadirkan kepenatan
perjalanan hidup
terantuk bebatuan karang
ternyata memagar asa
berulang gamit rindu lepas terucapkan
tawarkan nyanyi nyanyi
tentang kedamaian
ketidakhadiran kadang jadi benalu
ternyatalah kita sama sama merasa
ada yang hilang
ternyata memagar rasa
keinginan kita bukanlah ombak lautan
membongkar serentak kekurangan
kita menyadari
tak semudah mengganti angan
keinginan kita hanyalah nyanyi kumbang
berirama sedikit hentakan
kita membaca
tembok tebal membatas angan
cepu, 29 juli 2008
Tuesday, July 29, 2008
tentang keinginan
Monday, July 28, 2008
nyanyian gelap
menembus hujan
sebait doa harapan
diatas bibir luka
jalan membasah
aspal jalan telah bosan
ayunan kaki
kemanakah dapat istirahat
untuk sekedar kurangi letih
bayang emak menangis
dikampung tandus tiada yang bisa ditunggu
hanya mempunyai rangkaian doa
hanya berteman genggam kepatuhan
yang selalu terucap
dan selalu ditengadahkan
selalu emak berharap aku tahu diri
dan mestinya aku menyadari
tak ada yang bisa kusorongkan
selain berselendang keangkuhan
emak tak mampu meredam
hasrat tekad ubah nuansa
aku telah bosan
sementara emak terbiasa menerima
sebab kami akrab keterbatasan
sebab kami terkurung ketidakberdayaan
emak dan aku
adalah keterpurukan
badai
menggantung diatas kepala
pekatnya segelap urat darah
masihkah kuat pijak ini melangkah
gelap telah melumatku
dibatas taman kota
emak
maafkan anakmu
cepu, 28 juli 2008
Sunday, July 27, 2008
jangan kau ciderai
menembus kesenyapan malam
menggandeng keceriaan malam
hatiku tengah bergelora
setimbun tembang silih berganti
angin berhenti dan menuang tanya
telah kukatakan rasa cinta
buatmu si gadis manis
menulis rangkaian kata
dibuku harian yang ikut tertawa
begitu tuntas perasaan ini terlabuhkan
kegelisahan yang sekian waktu memahat lidah
lepas sudah laksana kapas
menggurat suasana bumi
jangan lepaskan kecerahan
tak ingin kau ciderai
hanya engkau berulang usik senyapku
tak ingin hancur
dan terjatuh ditebing dalam
aku berharap dapat memiliki hatimu
sepanjang rindu
cepu, 27 juli 2008
Saturday, July 26, 2008
nyanyian munafik
menepuk dada
terpampang sombong
tak ada lain kekuatan
berselempang besi
membunuh daya nalar
baginya
dia adalah segala
tertulis tebal
deretan gelar meliuk seperti ular
terengah engah untuk dibaca
tampilkan tepuk suara
baginya
khalayak perlu tahu bahwa dia pintar
akan tetapi
akan tetapi
isi hati siapa yang mengerti
dibuka buka buku nurani
jelas apa sebenarnya terjadi
kedalaman tak gampang dinilai
bertudung senyum sembunyikan rakus
dibuka buka buku nurani
jelas apa sebenarnya terjadi
maka kita tinggal tunggu berita
maka kita tunggu sandiwara
maka tunggu
maka
semua sudah menduga
jelas apa sebenarnya terjadi
cepu, 26 juli 2008
Wednesday, July 2, 2008
piala eropa
meliuk liuk
seperti penari
melompat lompat
seperti merpati
berteriak lantang
seperti penyanyi sopran
menangis sedih
seperti telenovela
sajianmu itu
menyejukkan
dinginkan ruas kaki yang letih seharian
kemahiranmu
adalah kekuatan
dan seluruhnya layak ditonton
kehidupan disembarang negeri
penuh duga dan keyakinan
dia pasti menang
jelas dia kalah
polemik sang penggemar
kalahkan para komentator sesungguhnya
ada yang didapat
untuk kita yang hanya bisa melihat
sajian bukanlah instan
profesional adalah harga mati
untuk bisa mendapat tepuk tangan
agar mengisi berita koran
memang butuh waktu
dan mereka menggunakan waktu
sementara disini
begitu banyak kehilangan waktu
aku tak mengerti
mereka tak juga mau mengerti
apa yang seharusnya disajikan
buat para penggemar
ternyata hanya sekedar slogan
cepu, 2 juni 2008
