Friday, May 14, 2010

doa

ujung senja
entah
mungkin tak lagi baca
pada gugusan jalan hari silam
begitu manis
teramat dekat
membelenggu rapat
masih aku gendong perjalanan
meskipun jatuh
tengadah berharap matahari

ujung malam
doa
kumandang kuncup mawar
manis terlahirkan
merebak rona buana dan hati
menunggu kembali ada ruang
untuk menaruh sekeranjang
nyanyian suka
dekatnya mimpi
memetik waktu dahulu

ujung pagi
mata galau bicara
bumi kelabu
berlari tak arah
sendiri membuka cerita rencana
mudah tersiakan
asa bermain kosong
senyap terdekap
sepi teraih
aku kehilangan telaga
dimana sempat aku menyelam
bawa kesegaran
ingat isyarat burung
terbang disisi ranting
kata katamu
membawa kebenaran
hati masih menangis

ternyata
ujung relung
hanya bisa merenung
ujung mata
hanya buat rencana

cepu, 14 mei 2010

puisi seutuhnya »»