menulis satu kata ternyata susah
ketika hati begitu gelisah
dari terbiasa mengalir
sekarang beku
tak mampu mengungkap keinginan
kata kata tajammu
bagai cemeti membakar asa
meretakkan bingkai
setia kujaga
seharusnya jarak yang ada
bukanlah awal problema
musim yang dingin
penuh embun di sisi jendela
tulisan dinding kamar
belum hilang
kita diajarkan berdiri sendiri
sebelum singgah dimakna tulus sebuah perkawinan
mengirisku
di sepi malam
tak terdengar lagi suara
kita kehilangan suara
dering telpon telah tidur
tak juga ingin kusentuh
mengapa aku tak juga mengerti
bahwa ini makna sebuah bahasa
cepu, 03 juni 2008
Tuesday, June 3, 2008
tak juga mengerti
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment