panas kotaku
meranggas pepohonan tak berdaun
dikelok sungai bengawan solo
tak mampu mengusap peluh
deras membasah
geliat kotaku kian terasa
hiruk pikuk para pendatang
mengais secercah harapan
dibumi kota minyak
mimpi bermain tembang kegemilangan
tentang limpahan emas hitam
selamat datang
wahai tamu yang ditunggu
kapan segera merambah
agar segera berubah seperti tanah seberang
loh jinawi
cerlang gemintang
panas nian udaraku
kering membakar warna genting mulai pudar
dimanakah semilir angin
dimanakah tak ada polusi
tetumbuhan rimbun telah tercerabut
kadang sempat rindu pada hari kemarin
dimana masih ternikmati
sejuknya hari diatas bebatuan tak beraspal
masih dijumpai cicit burung emprit diatas cemara
masih terlihat terbang gerombol burung gereja
entah sekarang ada dimana
berlarian dan tersingkir
tak tahu apakah nanti seperti itu
ada yang tersingkir dan terusir
ditengah gemilangnya luapan crude oil
semoga
semoga
itu tak terjadi
dikotaku
cepu, 26 mei 2008
Monday, May 26, 2008
blok cepu
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment