nampak bintang di suasanamu
gelak terdengar mandikan cakrawala
langit jernih penuh kata kata
hilang kelam
berlalu iring musim semi
tembang
berdentang gemuruh kembang
tak sisa jelaga telah terbuang
waktu demikian sempurna
segala adalah terasa
masihkah kaki menginjak bumi
kedamaian tercipta
panjat hariku
masih sempat kubungkus matahari
meskipun terkoyak
coba ambil setitik pijar cahaya
memberi ruang
tempat hidup kembali berlari
peduli hari kemarin
terpatahkan
sejengkal warsa jarak terpisah
namun rindu masih terendam
berenang tak menyingkir
apalagi sore ini
getar menyentuh dasar hati
matamu begitu dekat
tak bisa kurengkuh
langkahmu begitu dekat
namun tak juga tersentuh
entah
terasa luka
luka terasa
bila kau tahu tentang kesetiaan
tetap kupegang
entah sampai kapan
terlalu lama duduk sendiri
mestinya bertandang
peduli gelap
melumat ujung kaki
pintu itu
pernah menunggu
jalan itu
kini rapat terkunci
kuketuk hatiku
cepatlah tidur
layar telah usang
berganti cadar mewangi
keinginan
benamkan dalam ujung bumi
dan kuatkan melangkah
kuketuk hatiku
kuketuk hatimu
cepu, 16 agustus 2009
Sunday, August 16, 2009
kuketuk hatimu
Thursday, August 6, 2009
suratmu sempurna hariku
meski batas hujan sudah selesai
tak juga tertulis makna
kertas masih apa adanya
tak juga tersentuh
jejeran kata yang sembunyi di kepala
entah apa yang mesti kulakukan
surat biru mudamu
telah menenggelamkan akal nurani
melambung tinggi padang permadani
jiwa bergolak tak sanggup memendam gemerlap
nuansa serentak berubah
telah kau kirim ungkapan hati
memendar berbaur tulisan pena kata cinta
berputar tak mengerti
bila terhenti
aku mabuk kepayang
dunia ataukah surga
aku sadari waktu berjalan
menggegam tangan
seperti berlari diatas awan
bermandi matahari
tak kuasa aku menangis
mengaduk emosi dan terlupa diri
manakah yang mesti kulihat
begitu menawan segala kata katamu
kuterpesona inikah cinta
kau sempurnakan hariku
cepu, 06 agustus 2009
Monday, August 3, 2009
tak tersiakan
mana mungkin
kisah lama terhapuskan
perjalanan telah membelenggu
meski terantuk menggilas rencana
tak kan luruh
gugus cerita kehangatan
akrab mengetuk bawa cinta
sembunyi dihati
diam berbaur duka
kehangatan bibirmu
tegas keberadaanmu
masih aku titip diwajah matahari
akrab mendekap
tetap tinggalkan jejak berarti
sentuhan mesramu
jejak kehadiranmu
masih aku tinggal diwajah rembulan
lembut mengusap
getar hantarkan cerlang surgawi
kau
adalah awan dimana puisi kugantungkan
tak henti tercurah
tentang keinginan
seharusnya malam ikut bercerita
sajikan gemuruh rindu memburu
bawa kisah panjang
dimana
kita sempat meniti
cepu, 4 juli 2009
