kini hanya lewat catatan harian
segala rindu memecah gelisah
lantas kemanakah mimpi
bahkan tak berkunjung
suaramu
telah berlalu
jauh ditikungan waktu
atas nama segenap cinta
telah kuhadapi badai
meski harus tersirat selamat tinggal
namun setidaknya
pada tatapan terakhir
sampaikan sekedar pamit
meskipun terluka
dan menangis
pada jalan dibelah sudut
belum berganti
meski telah beda warna
masih ada mimpi
tentang keinginan
berharap tak terjatuh
tercederai
cepu, 23 juli 2009
Thursday, July 23, 2009
perjalanan berakhir
Monday, July 13, 2009
sosok manusia 2
kehidupan berdiri
bahkan berlari
merambah sosok
sembunyi topeng
selempang emas
berbusa kalam
buih menghitam ujung lidah
nampak sahaya
bahkan terlalu sederhana
namun hati
rakus sembunyi
lorong pelangi
seperti lukisan
warna berganti
bumi telah dimiliki
topeng munafik
bicara tentang moral
aneh bahkan lucu
sajian sandiwara
kata kata bijaknya
dihias fatwa
sungguh teramat sempurna
telunjuknya menuding
bulu kudukku merinding
tak terasa ingin kencing
semua tahu
ujung lidah adalah benalu
ujung kalbu
melongok
kulitnya yang kelabu
tak sabar direnggut waktu
dunia dibuat main main
maka
lapang berteman angin
seperti seorang sahabat
duduk merdeka
main tepukan tangan
jernih bernyanyi
iringi petang
begitu jujur
hitam bila hitam
putih bila putih
tak ada yang tersembunyi
dunia tak dibuat main main
cepu, 13 juli 2009
Sunday, July 12, 2009
deritaku
datanglah kekasih
biar dapat kurebahkan gelisah
terlalu lama
jarak membentang batas
bahkan angin tak kuasa menyirnakan
tak pernah terhapus
tembang lama
perih kunyanyikan
aku tak berharap
bahwa hatimu telah menguncup
dan kau padamkan
deritaku
berbaur ujung hati
cerita sendu
bila kembali berbunga
arungi waktu
atau masih dapat disegarkan lagi
sekarang seperti tunggu fajar
damai embun pagi
haruskah tangan menggapai hampa
jingga selamanya
cepu, 12 juli 2009
