Tuesday, October 21, 2008

dia

terlelap dan terkapar
diatas sepotong papan
berteman matahari
menerobos dinding kertas
tak berpintu dan berkaca

dia tak bermimpi
dan dia tak pernah berharap mimpi
sebab baginya mimpi adalah luka
dan tak patut dibayangkan

mimpi
jejeran parodi ketakutan
menikam beban tak berdasar
dan gamang rebah tertidur
siang malam

sebab mimpi niscaya terwujudkan
sebab mimpi hanya jauh diangan angan
seandainyapun dia harus bermimpi
dia hanya ingin bisa bertahan
digelap hidup
disisa perjalanan

cepu, 21 oktober 2008

No comments: