Thursday, June 5, 2008

tak semudah kata

aku harus bagaimana
mengupas benang kusut yang ada
terdiam tak lagi mampu berbicara
sementara semua telah terjadi

mungkin aku seperti menjauh
sembunyi dari beban yang kau bawa
aku berharap kau mengerti
aku juga telah melangkah


mengapa api murka membara gampang tersulut
begitu cepat tudingan kata salah terucap
bertindak dengan naluri sendiri
tak peduli
tak peduli
tak mau mendengar walau satu kata


aku harus bagaimana
ternyata tak seperti genggam rencana
semua menutup telinga dari kata
sedikitpun tak memberi ruang
untuk bisa menempatkan
keinginan mulia
menyatukan hati
dan perasaan ditengah api
entah kapan padam

cepu, 5 juni 2008

No comments: