Friday, January 11, 2008

kembara kehidupan

aku sempat jauh berpaling
dan menganggapMu hanyalah kata belaka
bersahabat dengan belukar malam
begitu nikmat terlewati
setiap waktu

aku sempat jauh berpeluh
dan menikmati masa
melebur cemerlang fatamorgana
berbaur nyanyian lepas
setiap waktu

senja temaram gelegak badai
menenggelamkan sisi layar
tercabik sayat langkah
mata meratap tertutup sudah bibir
kemanakah aku harus berbicara

Tuhan
ulurkan lembut usapMu
jangan biarkan aku terbenam
ampuni hati yang lupa
dan berikan lewat anginMu
biarpun hanya sekepal papan
biarkan aku kembali melayari bumiMu

Tuhan
mestinya aku tak patut tengadah
apalagi menyebut namaMu
tak seharusnya tangan terangkat
kerutnya yang pernah lupa
tak selayaknya menghiba meminta
ampuni aku

cepu, september ramadhan 2008

puisi seutuhnya »»