Sunday, March 29, 2009

perjalanan ironi

merpati meliuk terbang
atas cemara
tarian sayap
singgah ujung lembah
menghela nafas diantara daun
menukik kaki gunung
menggapai dingin mata telaga
begitu mudah langit tergapai
semua sudut nampak ramah
terasa lahir kembali
sekian waktu
terkekang jerat mengikat

mencari angin dibenua jauh
menembus jarak
hirup musim terasa berbeda
membawa cinta tinggal segenggam
luka sebab hilang sudah cahaya
tergerus wajah tinggal bayang bayang
mungkinkah sudah termaafkan
tangan sekuat bertahan
nampak rapuh dibalik tegar
semakin nyata
mencoba menghibur diri

memikirkan galau
terasa tak pernah pupus
semakin digendong
gayut geliat mendera
maka
ketika sempat terbuka
ketika lepas merdeka
halaman begitu sempurna
lupakan belenggu
sebab
tak pernah habis sampai diujung
tak pernah surut dari mata kaki

mengisi senyap udara
curahan bait puisi ulur malam
merebah mata bayang kekasih
dunia meratap
berwajah parau
cuaca telah berubah
tinggal kisah bersayap
tangan tak kuat berlari
nampak getar di temaram pagi
sembunyi dibalik halimun
tirukan nyanyi burung burung
berharap selalu disimpan

cepu, 29 maret 2009 dini hari

No comments: