Tuesday, April 7, 2009

kutulis namamu di ujung daun

diam
merenung sisi ladang
seberang bengawan
telah bercabang dahan
merangkak tumbuh
lunglai batang padi
mengusir resah
masih tersisa hangat dudukmu
masih kusimpan tanpa batas zaman

sering ku kunjung
duduk membatu kadang waktu
meski bentang langit
kusadari
tak lagi seperti gambar kemarin
masih sisa kelok sepi
membawa perih
kuncup cerita bersama
telah meredup
hembus bergemuruh
lumat hati bimbang
benamkan angan
tak sempat bertahan
serentak terjatuh
semakin terjatuh
kutulis namamu di ujung daun
entah
aku merasa tenang

masih lekat
gerai rambutmu
kuusap lembut
berharap mengayunmu
namun cemeti gelegar menggerus
terpisahkan
menutup sejuta keinginan
padamkan matahari
jelaga tangis
patahkan rencana

jalan setapak
tak bernama
mengingatkan sebuah nama
gontai tunggu kehadiran
menyapa senyap
seperti ada menemani
mendung tak bergerak
melumatku
entah sampai kapan
kutulis namamu di ujung daun
entah
aku merasa tenang

cepu, april 2009

No comments: