entah dimana kau sekarang
di simpang empat
dibatas trotoar
kau terbiasa bernyanyi
mulutmu yang mungil
bibirmu yang indah
serak menembus lengking deru siang
ataukah semburat kau sembunyi
kemana lagi kau sekarang
ataukah dirimu disana
gemulai mengayun lemah
seirama tepukan tangan
beradu lirih suaramu
tatapan menembus hati
uluran tangan mengupas bumi
adalah matahari
inilah hidupmu
entah dimana
aku telah kehilangan
diantara roda di jantung metropolitan
nasib kita tak beda
aku merindukan dirimu
ingin kuutarakan sebuah rasa
bahwa aku mencintaimu
bahwa aku kini baru merasa
kau mematahkan hati
cepu, 3 Pebruari 2009
Monday, March 2, 2009
dimana
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment