Tuesday, March 10, 2009

pesta demokrasi

dalam bilik
ada tangan renta menggenggam
haruskah bertanya kemana
apa yang mesti dilakukan
dalam kebingungan dia terdiam
gemuruh pesta akbar
penentu gemintang negeri
terasa pusing dalam ruang terbatas


lembar masih dipegangan
tak tahu harus berbuat apa
didepan tak tersentuh
ada ketakutan bila salah
patahlah suara tak berbekas
masih suci tak tercoret
dan masih terlipat
semua masih apa adanya

kehadiran disini seperti malapetaka
semakin terasa getir menatap jejeran tenda
terpaksa ataukah dipaksa
semua seperti kepatutan
setapak langkah
setapak resah
inilah pesta
didalam hati mengaduk aduk tak beraturan
bagaimana
bagaimana
benak telah kehilangan jawab

gaung pesta berpendar bergema
jati diri mesti digunakan
sebab fatwa kadang semudah mengumbar
semakin gontai pikiran mengurai kalimat
baginya teramat rumit untuk dicerna

namun dia mengerti
kehadiran adalah segala
dalam melayari titik tujuan
bagi kebesaran tanah kelahiran

pesta itu
pesta akbar demokrasi
ada sesuatu yang gamang
ada banyak tertanggal
sebab tak menyaput kedalaman khalayak
terputus pola arah sampai ke akar rumput
tak terjamah dan tersentuh

banyak hati
saling merangkul kebingungan
saling bertanya jawab sendiri
sebab tak ada suluh sebagai pedoman
pada akhirnya
bagaimana kita menilai hasil
bagaimana kita mengunduh hasil

pesta ini
semestinya bukan menjadi beban
diatas himpitan
menghadapi kehidupan

sebab tidak semua mengerti
sebab kemampuan beda arti

cepu, 10 maret 2009

No comments: