apakah hidup harus selalu mengikuti angin
meski diakui
tidak sejalan tapak kaki
kadang semakin tidak bisa dimengerti
akan sebuah pilihan
gagah robohkan tonggak
sebentuk keakuan
seperti membuka terowongan gelap
dan harus lebur
mendekap mimpi
bukan miliknya
apakah hidup harus selalu menoreh kanvas
diatas lukisan
tak segaris jari tangan
adakah pernah tahu
tak mampu seirama goresan
langkah sudah dekat titik akhir
kembali seperti perjalanan awal
entah mengapa
mengabaikan langit sendiri
abaikan matahari sendiri
padamkan rangkaian sempurna
adalah miliknya
jika hanya punya sehari
mengapa berharap seratus bulan
meskipun hanya sedetik
waktu telah mengurat bahasa kaki
begitu nyata bukan legenda
tak selayaknya
menukar dengan angin
seperti menghanguskan
mimpi tidur lelap dini hari
cepu, 22 maret 2009
Sunday, March 22, 2009
apakah hidup harus selalu
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

1 comment:
sumpah dch...bagus bgt puisinya,,menyentuh dihati, , ,entar bikin laginya tentang percintaan anak remaja he... salam kenal z dari aku
!!!!
Post a Comment