Thursday, November 19, 2009

ujung keinginan

boleh kubaca tulisanmu
mungkin angin bicara mengada ada
pada sesuatu tidak selayaknya
sebab kita sempat berdiri disana
menggabung hati dan pikiran
menghitung hingga bilangan terakhir
berharap jejak tak terlewat
agar bisa menyisihkan tawa
dan menggulung sakit ujung langkah
meskipun sesaat

boleh kukupas curahanmu
dan membiarkan membaca kejadian
sebab sesungguhnya bekal telah sempurna
tak pernah terhenti mengggali
bahkan bertanya gugusan bintang berekor
memadukan keinginan esok hari
walau kupikir telalu lama
sebab setiap kejadian tak sesuai asa
selalu saja ikat belukar menghitam
hari terasa masih belum berganti

selalu terdengar penuhi fikiran
suara bergema tak senada
buram
suram
kehilangan kekuatan
ujung seberang jembatan masih menunggu
namun kita hanya berbekal diam
dan sebaris tanya mengapa
begitu sulit menembus pencarian
ataukah kita yang tak mengerti
bahwa jalan didepan hanya mimpi
ataukah kita membelakangi kaki langit
dan tak segaris mata angin

cepu, 19 november 2009

No comments: