ketika sembunyi dalam misteri
terlelap ataukah menunggu
saat isi lingkaran
sambut kehadiran
atas bumi
penuh gelak dan gejolak
kukibarkan engkau
banggaku
mungilmu mengaduk suasana
matahariku
terpetik angin kehidupan
disini
bergaung lengkingmu
menoreh pagi
memberi warna pelangi
jantanmu melibas petang
bangun
sebentar sekilas
baca
warna tarian cakrawala
wajah kehidupan zaman
sungguh
lebur jauh dan berani
mengikis nurani
erosi kepatutan
bahkan menjadi pedoman
mercusuar ritual
robohkan jati diri
benamkan atas tumpukan debu
sarat rona kelabu
mutiaraku
tetapkan gengam
menjaring pijar kebenaran
biarpun kaki berdarah
tonggak
biarkan tetap menghujam
banggaku
seperti menatap langit pagi
cepu, 23 oktober 2009
Friday, October 23, 2009
anakku 3
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment