sempat kugenggam ronamu
pagi ini
demikian dekat
dan mencoba rebahkan keriuhan detakku
getir menggemuruh
melumat sedikit kesempatan
aku sadari demikian berjarak
melesat menghilang
kubagi pagi
menghampiri waktu bila hadir
berharap kembali dekat
agar kuselami wajahmu
menidurkan bersama rindu tak beringsut
entah dapatkah bertabur
genggam jemari
menggendong hatimu
aku masih tetap menggenggam masa lalu
mengulir pijak perjalanan
tak mungkin luruh
bahkan terbuang
semua sengaja kukibarkan
agar kau semakin mengerti
bahwa kata kataku
adalah prasasti dalam sisa umurku
untuk menjadi matahari
berbaur kembang dan tembang hati
tak bergeming
cepu, 9 oktober 2009
Friday, October 9, 2009
kembang dan tembang hati
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment