Sunday, August 16, 2009

kuketuk hatimu

nampak bintang di suasanamu
gelak terdengar mandikan cakrawala
langit jernih penuh kata kata
hilang kelam
berlalu iring musim semi

tembang
berdentang gemuruh kembang
tak sisa jelaga telah terbuang
waktu demikian sempurna
segala adalah terasa
masihkah kaki menginjak bumi
kedamaian tercipta

panjat hariku
masih sempat kubungkus matahari
meskipun terkoyak
coba ambil setitik pijar cahaya
memberi ruang
tempat hidup kembali berlari
peduli hari kemarin
terpatahkan

sejengkal warsa jarak terpisah
namun rindu masih terendam
berenang tak menyingkir
apalagi sore ini
getar menyentuh dasar hati
matamu begitu dekat
tak bisa kurengkuh
langkahmu begitu dekat
namun tak juga tersentuh
entah
terasa luka
luka terasa
bila kau tahu tentang kesetiaan
tetap kupegang
entah sampai kapan

terlalu lama duduk sendiri
mestinya bertandang
peduli gelap
melumat ujung kaki
pintu itu
pernah menunggu
jalan itu
kini rapat terkunci

kuketuk hatiku
cepatlah tidur
layar telah usang
berganti cadar mewangi
keinginan
benamkan dalam ujung bumi
dan kuatkan melangkah

kuketuk hatiku
kuketuk hatimu

cepu, 16 agustus 2009

No comments: