Tuesday, May 26, 2009

kini buku usang kutemukan

sekarang aku semakin mengenalmu
engkau cantik begitu sempurna
namun aku begitu ragu
untuk berani bicara
dengan bahasa sederhana
apakah ini
perasaan sebuah cinta
aku tak mengerti
aku selalu menaruh harapan
membawa rindu tak perduli waktu

aku kini mudah menuang kata
diatas kertas biru muda
terkirim lewat teman
meminta sederhana
katakan kenyataan hati
bahwa aku sangat rindu kamu
maafkan bila masih malu
untuk bicara berhadapan
aku begitu gamang
aku takut semua tak menjadi nyata
sebab goresan resah tak juga terbalas
inikah ujian
inikah penolakan
mendekap ketakutan
keraguan sepanjang waktu

aku selalu ingin lewati jalan itu
sebab aku tahu
engkau setia menunggu
dibalik pagar coklat muda
engkau duduk berteman bunga
ditaman sebelah kolam
beratap rumbia
mestinya aku harus berani
untuk sekedar mengetuk pintu
aku ingin menatap cantik wajahmu
namun mengapa
tak juga kaki meminta berhenti
bahkan kurasa semakin berlari
terasa dentum dada memburu
seperti juga langkah kaki

aku tergelak
aku tertawa
buku harian masa sekolah
usang sudah
kini kutemukan

tertulis galaunya hati
seperti tekukur bermandi embun
tak tahu berbuat apa
hanya mata bicara

kini buku usang
adalah cerita termanis pernah datang
kemana aku harus bertanya
dimana dirimu sekarang

cepu, 26 mei 2009

No comments: