Monday, April 27, 2009

titik metamorfosa

angin deru
jagat terjajah
dini hari
gersang menghempas
susunan aksara berselancar
nyata atau bunga tidur
dibalik belukar
burung kedasih menyayat
ajak berkemas

ritmis gerimis
bertandang manis
berteman kaki langit
mengurung bianglala pagi
ataukah nampak kahyangan
berselendang kain dewangga
tak ada jelatang
damai meniti awan berbatu
kakiku terjerat
seperti memberi waktu
jamah pesona senyumMu

jalan
berulang terpalang
tutup memenuh pikiran
getir sekat tabir benang
tertatih tak mampu menjangkau
tetes canting madu

dimana kelebat mata angin
meski secercah
raga ingin berteriak
namun langkah roda hidup
acap tersedak
dimanakah
kutemukan permadani

cepu, 27 april 2009

No comments: