ibu
tegar dihembus warna pekat
lirih tengadahkan doa
buat kumbang kecilmu
dalam kacaunya waktu
kerap kulihat kau menangis
rebah jeremba kepadaNya
berharap tanganNya mengelus
agar bisa sejenak tertidur pulas
dalam zaman sedemikin garang
ibu
lingkaran masa gelumang gulita
menapak kaki renta sendiri terantuk
bila aku tak terlambat engkau lahirkan
pasti kakiku tidak seperti pucuk dedaunan
pasti tanganku seperti bebatuan alam
niscaya dapat hadirkan mentari
agar mampu hilangkan penatmu
namun
aku kehilangan waktu
ibu
embun zaman lesat mulai menipis
kokoh keringat kaki kumbang
merona gagah
wajah sang rajawali
terbang edar alam raya
mengusir kabut
ibu
terasa perih mengiris anakmu
dibalik kecipak gemerlap
sebab aku telah jauh terlambat
wujudkan keinginan
masa silam
agar mampu hilangkan penatmu
ada doa
ada percaya
bahwa engkau telah tersenyum
dalam ruang damai dikakiNya
cepu, 2 juni 2009
Tuesday, June 2, 2009
ibu (aku kehilangan waktu)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment