Saturday, October 10, 2009

untukmu (masihkah hanya bayang)

aku mencoba menulis
dengan kata kata melankolis
sudahkah seperti puisi
atau seperti berita koran pagi
arah harapku
segenap ungkap sederhana
dapat kau mengerti
seperti ombak lautan
bergelombang tak pernah diam

aku mencoba katakan
walau hanya lewat tulisan
masihkah sekedar mimpi
pudar tercerai embun pagi
bila kembali tumbuh didaun hatimu
bersemi pendar kemilau
cerlangi asa tak kuasa tersentuh
waktu demikian jauh
mestikah kita memendam sepi

aku tak henti menuang
lontaran rindu sarat pasrah gelisah
berbaur sesak dada
hanya kata gejolak berdendang
rinduku melambung
menyentuh pokok relung
seandainya kau segera berikan kabar

tahukah engkau
aku tengah meradang
menggambar angin hanya bayangan
terbitkan genggam usir angan angan
kekasih
berikan percikan bintang malam
kutunggu depan jendela petang
berikan nyala
agar gelora tegas melangkah


cepu, 10 oktober 2009

No comments: