aku mencoba menulis
dengan kata kata melankolis
sudahkah seperti puisi
atau seperti berita koran pagi
arah harapku
segenap ungkap sederhana
dapat kau mengerti
seperti ombak lautan
bergelombang tak pernah diam
aku mencoba katakan
walau hanya lewat tulisan
masihkah sekedar mimpi
pudar tercerai embun pagi
bila kembali tumbuh didaun hatimu
bersemi pendar kemilau
cerlangi asa tak kuasa tersentuh
waktu demikian jauh
mestikah kita memendam sepi
aku tak henti menuang
lontaran rindu sarat pasrah gelisah
berbaur sesak dada
hanya kata gejolak berdendang
rinduku melambung
menyentuh pokok relung
seandainya kau segera berikan kabar
tahukah engkau
aku tengah meradang
menggambar angin hanya bayangan
terbitkan genggam usir angan angan
kekasih
berikan percikan bintang malam
kutunggu depan jendela petang
berikan nyala
agar gelora tegas melangkah
cepu, 10 oktober 2009
Saturday, October 10, 2009
untukmu (masihkah hanya bayang)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



No comments:
Post a Comment